Ciri Spidometer Sudah Direset, Ketahui Sebelum Beli Motor Bekas

Ciri Spidometer Sudah Direset, Ketahui Sebelum Beli Motor Bekas

INITOGEL – Membeli motor bekas memang menggiurkan karena harganya lebih terjangkau. Namun, ada satu praktik curang yang masih sering terjadi di pasaran, yakni reset atau memundurkan angka spidometer agar motor terlihat berkilometer rendah. Jika tidak teliti, calon pembeli bisa tertipu dan berujung menanggung biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Agar tidak salah pilih, berikut ciri-ciri spidometer motor bekas yang patut dicurigai sudah direset.

Angka Kilometer Tidak Masuk Akal dengan Kondisi Fisik

Ciri paling mudah terlihat adalah ketidaksesuaian antara jarak tempuh dan kondisi motor. Misalnya:

  • Spidometer menunjukkan 8.000 km, tapi
  • Handle terlihat aus
  • Footstep sudah halus
  • Jok mulai kempis
  • Tuas rem dan kopling mengilap

Secara logika, motor dengan jarak tempuh rendah seharusnya masih terlihat segar di area-area yang sering disentuh.

Baut dan Cover Spidometer Pernah Dibuka

Perhatikan bagian baut di sekitar spidometer atau batok lampu depan. Jika terlihat:

  • Bekas congkelan
  • Kepala baut sudah dol
  • Baut tidak presisi atau berbeda warna

Bisa jadi spidometer pernah dibongkar. Pada motor digital, reset spidometer biasanya memerlukan pembongkaran panel instrumen.

Tampilan Layar Spidometer Tidak Normal

Untuk motor dengan spidometer digital, cek kondisi layar:

  • Angka kilometer terlihat terlalu baru dibanding indikator lain
  • Backlight tidak merata
  • Ada garis atau bayangan di layar

Spidometer yang pernah diutak-atik sering meninggalkan tanda visual, meski sekilas terlihat normal.

Riwayat Servis Tidak Sinkron

Motor yang rutin dirawat di bengkel resmi biasanya memiliki catatan servis berkala. Cek:

  • Kilometer di buku servis atau struk servis lama
  • Bandingkan dengan angka di spidometer saat ini

Jika catatan servis menunjukkan jarak tempuh lebih tinggi dari spidometer, hampir bisa dipastikan angka sudah dimanipulasi.

Kondisi Mesin Terlalu “Matang”

Motor dengan kilometer rendah umumnya:

  • Mesin masih halus
  • Getaran minim
  • Suara mesin padat

Jika spidometer menunjukkan jarak pendek tapi mesin terasa kasar, berisik, atau kompresi sudah turun, patut dicurigai motor sudah menempuh jarak jauh.

Komponen Fast Moving Sudah Pernah Diganti

Cek beberapa komponen yang biasanya diganti sesuai jarak tempuh:

  • Rantai dan gir
  • Kampas rem
  • Ban
  • V-belt dan roller (motor matic)

Jika komponen tersebut sudah beberapa kali diganti padahal kilometer terlihat rendah, ada kemungkinan angka spidometer tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Tahun Motor Tidak Sejalan dengan Kilometer

Motor berusia 5–6 tahun tapi jarak tempuh hanya 3.000–5.000 km tentu mencurigakan, kecuali memang ada bukti kuat motor jarang dipakai. Secara umum, motor harian bisa menempuh:

  • 5.000–10.000 km per tahun

Angka jauh di bawah itu perlu ditelusuri lebih dalam.

Tes Jalan Jadi Penentu

Saat test ride, rasakan:

  • Respons gas
  • Suara CVT atau transmisi
  • Stabilitas mesin

Motor dengan kilometer tinggi biasanya menunjukkan gejala keausan meski spidometer terlihat “cantik”.

Tips Aman Sebelum Deal Motor Bekas

Agar tidak tertipu spidometer reset:

  • Jangan terpaku pada angka kilometer saja
  • Cek kondisi fisik dan mesin secara menyeluruh
  • Minta riwayat servis
  • Ajak mekanik terpercaya saat inspeksi
  • Bandingkan harga dengan kondisi nyata motor

Kesimpulan

Spidometer memang penting, tapi bukan satu-satunya patokan dalam menilai motor bekas. Ketidaksesuaian antara angka kilometer dan kondisi fisik, mesin, serta riwayat servis adalah sinyal kuat adanya manipulasi.

Lebih baik membeli motor dengan kilometer tinggi tapi jujur dan terawat, daripada kilometer rendah namun hasil reset. Teliti sejak awal agar tidak menyesal di kemudian hari.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *